Cara Bijak Menghukum Anak

Memberi hukuman anak perlu dengan menggunakan cara yang tepat dan bijak karena bila salah membuat hukuman justru akan mengundang hal yang tak diharapkan terjadi. Memberikan hukuman adalah salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengajarkan tentang konsekuensi dari perilaku yang tidak sesuai harapan lingkungan.

Memberikan hukuman dapat berupa tindakan seperti membatasi aktivitas yang menyenangkan untuk anak seperti mengurangi waktu bermain dan menonton tv.

Selalu Bijak Agar Tetap Efektif

Dalam bentuk pengajaran konsekuensi, memberikan hukuman tidak akan efektif bila diberikan secara tunggal. Terkadang juga ada orang tua yang lupa bila hukuman tidak menyelesaikan masalah.

Sebagai orang tua harus memikirkan secara bijak dalam memberikan hukuman anak supaya mereka dapat memahami bahwa hukuman yang didapatnya bertujuan agar anak disiplin serta bukan hanya sebagai penyalur emosi negative dari orang tua.

Time Out dan Time in

Salah satu hukuman yang sering diberikan ialah time out. Tujuannya ialah untuk menghentikan perilaku yang tidak tepat seperti meminta anak untuk duduk tenang lalu memikirkan tindakan yang telah diperbuatnya.

Cara ini cukup efektif bila anak menikmati aktivitas yang terhenti serta mengerti tentang arti tenang. Namun terkadang juga teknik ii kurang efektif bila anak belum paham kaitan antara diminta tenang dengan perilaku yang dibuatnya.

Ada juga teknik yang dikenal dengan istilah time in yaitu mendorong perilaku baik. Teknik ini dilakukan dengan membangun interaksi positif serta mengajak bicara anak ketika ada perilaku yang tidak sesuai.

Ada 5 catatat penting untuk menjadi pertimbangan sebelum anda menghukum anak anda:

Usia Anak

Memberikan hukuman anak dalam bentuk time out dan time in sudah dapat digunakan ketika anak berusia 18 bulan. Di usia ini anak sudah dapat mengembangkan kemampuan bahasa dan dapat diajak bicara serta sudah dapat mulai mengembangkan konsentrasi yang akan dibutuhkan untuk menenangkan diri.

Ketika di usia balita anak telah mengembangkan minat serta menunjukan kegiatan yang disukai sehingga bila diberi hukuman mengurangi waktu menonton tv sangat berpengaruh.

Untuk anak yang sudah mulai bersekolah mulailah untuk berlatih mengembangkan perilaku sosial dengan temannya serta mulailah belajar berargumen.

Ajak anak untuk berbicara serta beri kesempatan anak untuk ikut mengevaluasi dan merundingkan konsekuensi dari tindakannya.

Perilaku Yang Dirasa Perlu Mendapat Hukuman

Sebagai orang tua harus perlu diingat bahwa dalam memberikan hukuman itu bertujuan untuk mengajari anak tentang berkonsekuensi.

Menjadi sesuatu hal yang esensial bahwa anak dihukum itu karena perilakunya yang melanggar prinsip yang telah diajarkan sebelumnya. Namun bila anak belum pernah mendapatkan pengajaran prinsip ini maka anak perlu diberitahu bila ini bukanlah sebuah hukuman.

Jenis Hukuman

Ada bagusnya bila orang tua dalam memilih jenis hukuman itu sesuai dengan perilaku yang menjadi penyebab hukuman terjadi. Seperti contoh bila anak tidak membereskan mainan buatlah dia untuk membereskan mainannya.

Bila anak terlalu lama bermain hingga lupa dengan tugas rumah anda dapat meminta anak untuk menyelesaikan tanggung jawab dan bisa beri hukuman dengan memotong waktu untuk menonton tv sesuai waktu ekstra saat dia bermain.

Usahakan sesuaikan hukuman dengan perilaku jangan gunakan hukuman yang sama untuk semua jenis kesalahannya. Namun perlu diingat dalam memilih jenis hukuman pastikan bila hukuman yang diterapkan tidak mempengaruhi pendidikan serta perkembangan anak.

Seperti contoh mengurung anak di dalam kamar mandi atau melarang anak untuk makan merupakan bentuk hukuman yang sangat harus dihindari karena tidak baik untuk perkembangan fisik atau psikologis anak.

Waktu Pemberian Hukuman

Berikan hukuman segera setelah perilaku yang tidak baik muncul. Cara ini dapat menjaga fokus anak pada perilaku yang dianggap salah. Bila memberikan hukuman time out pastikan waktu cukup tepat, waktu yang jangan terlalu panjang sehingga emosi anak justru menjadi negative dan akan kesulitan mengevaluasi tindakan.

Para orang tua perlu juga untuk menjaga emosi ketika memberikan hukuman jangan sampai pemilihan hukuman dipengaruhi dengan emosi yang menyebabkan hukuman terlalu berat untuk anak dan disalah artikan menjadi kurangnya kasih sayang.

Apresiasi Perilaku Baik Sebagai Penyeimbang Hukuman

Orang tua juga perlu mengimbangi hukuman dengan memberikan apresiasi  bila anak melakukan hal yang terpuji. Seperti memeluk atau memberikan anak pujian atau hadiah yang tidak harus berbentuk benda dapat dengan berupa aktivitas yang menyenangkan.

Apapun bentuk hukuman yang di pilih pastikan bila anak mengerti kesalahannya. Tanpa memahami kesalahannya anak akan susah menangkap makna hukuman sebagai konsekuensinya. Ada baiknya bila sebelum menceramahi anak, orang tua bertanya lebih dulu apakah anak mengerti bila apa yang dilakukannya itu salah.

Orang tua dapat membantu membimbing anak serta menjelaskan dengan baik bahwa konsekuensi yang diterimanya sesuai dengan kesalahan yang dilakukannya. Orang tua juga perlu menjelaskan hubungan antara perilaku yang salah dengan jenis hukuman serta menjelaskan apa yang diharapkan. Yang terkahir anda dapat memberikan kesempatan pada anak untuk berargumen, menjelaskan dan mengekspresikan emosi yang sedang dihadapinya.